FungsiFungsi pada Table of Contents MS.Word Table of Contens : Digunakan untuk pengelolaan daftar isi. Dengan menu ini user bisa menysipkan daftar isi otomatis pada sebuah halaman dokumen. Bila mode otomatis yang dipilih, maka fitur ini akan mencari judul dan subjudul secara otomatis dari file dokumen yang tengah Anda garap.
FungsiTable Of Content Pada Microsoft Word Table of Contens: digunakan untuk pengelolaan daftar isi. Dengan menu ini user bisa menysipkan daftar isi otomatis pada sebuah halaman dokumen. Bila mode otomatis yang dipilih, maka fitur ini akan mencari judul dan subjudul secara otomatis dari file dokumen yang tengah Anda garap.
Daripenelitian kecil itu, Saya menyimpulkan penggunaan fitur table of konten baiknya digunakan pada konten tertentu saja. Kesimpulan, fitur table of content memang berguna yang akan meningkatkan CTR situs di SERP karena Google akan memberikan semacam link jump ke sub judul. Akan tetapi, tidak semua artikel harus diperlakukan dengan cara yang sama.
mIHJ6U. Jika Kamu tertarik untuk membaca artikel ini karena pada bagian judul yang ekstrem, maka selamat Kamu sudah masuk ke dalam jebakan. Hehe… Namun sesuai dengan judul, Saya akan menyajikan sedikit data terkait dengan penting atau tidaknya menggunakan atau menambahkan fitur table of content ke dalam sebuah situs Blog/Website. Di artikel ini, Saya mengatakan ada kalanya tidak penting sama sekali dan adakalanya sangat penting. Bingungi kan… yuk simak tulisan dari Saya berikut ini.. Pentingkah menggunakan / menambahkan fitur table of content pada situs Blog / Website ? Ini menurut penglihatan mata batin Saya, ketenaran penggunaan fitur table of content mulai marak digunakan oleh kalangan Blogger sejak tahun 2019 lalu seiring dengan pembaruan inti Algoritma Google. Sejak pembaruan inti Algoritma Google, ada banyak banget perubahan besar yang terlihat di laman penelusuran, diantaranya Google menampilkan fitur Jump link, Answer and Question, rank zero dan sebagainya. Nah, untuk mendapatkan fitur Jump Link atau link yang bisa loncat – loncat, selaku pemilik situs harus menempatkan struktur data table of content pada artikel yang telah dipublikasikan. Ga heran banyak developer thema blogger ataupun wordpress saat ini telah menambahkan fitur table of content pada thema yang dibuatnya. Contohnya pada artikel ini, yang mana Kamu dapat membaca daftar isi situs dengan mengunjungi tautan daftar isi yang sudah Saya tempatkan di bagian atas. Di artikel situs ini lainnya, dengan menempatkan struktur data table of content, hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut Jadi, Google akan memberikan rekomendasi tautan link yang bisa dikunjungi oleh pengunjung. Imbasnya, CTR situs akan meningkat artinya pengunjung akan tertarik untuk membaca content tersebut. Contoh lainnya, Kita juga bisa mengoptimalkan banyak keyword dengan menempatkannya di table of content, ketika user mencari kata kunci tertentu maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas. Ada tulisan loncat ke gitu. Menurut Saya, ini salah satu kelebihannya pada saat Kita menggunakan fitur table of content pada artikel situs. Kekurangan fitur table of content Akan tetapi, penggunaan fitur table of content pada artikel yang tidak tepat justeru akan memperburuk nilai User Experience. Loh.. gimana toh ? bukankah tadi justeru akan meningkatkan CTR di SERP ? Bearti bagus donk.. user sudah dapat melihat gambaran umum tentang content tersebut.. Kok bisa memperburuk ?. Sekali lagi.. berdasarkan mata batin dan hasil penelitian oleh Saya sendiri, memang benar demikian, CTR situs akan meningkat. Tapi jika digunakan pada konten yang tidak tepat, efeknya akan buruk. Pernahkah, Kamu mengunjungi situs niche kesehatan dan berita ? Coba deh lihat, apakah mereka menggunakan fitur table of content ?. Sebagian besar TIDAK. Ini dampaknya jika tetap menggunakannya. Nilai rasio pantulan atau Bounce Rate akan naik drastis. Saya sudah mencobanya dan memantau nilai bounce rate untuk setiap artikel pada konten tertentu. Kenapa bisa meningkat ? Sudah Kita ketahui bersama bahwa fitur table of content akan menampilkan gambaran secara umum di suatu artikel. Misalnya, ada artikel yang ngebahas tentang manfaat buah jeruk bagi kesehatan. Jika pemilik situs menempatkan table fo content di situs tersebut, ada kemungkinan besar user akan membaca daftar isinya saja kemudian lari begitu saja ketika ia sudah mendapatkan informasi tentang manfaat buah jeruk tanpa harus membaca uraian singkat per sub judul. Efeknya, nilai bounce rate akan meningkat dan dengan kondisi seperti itu akan berimbas pada menurunnya nilai User Experience di suatu situs. Padahal UX menjadi salah satu faktor penting sebuah situs ada di laman penelusuran atas Google. Namun Untuk jenis artikel tertentu, menggunakan fitur table of content sangat berguna untuk meningkatkan nilai UX. Itulah sebabnya, tidak semua artikel di situs ini menggunakan fitur table of content. Hanya jenis artikel tertentu saja. Dari penelitian kecil itu, Saya menyimpulkan penggunaan fitur table of konten baiknya digunakan pada konten tertentu saja. Kesimpulan, fitur table of content memang berguna yang akan meningkatkan CTR situs di SERP karena Google akan memberikan semacam link jump ke sub judul. Akan tetapi, tidak semua artikel harus diperlakukan dengan cara yang sama. Sisi lainnya juga dapat menurunkan nilai User Experience situs. Artikel ini hanya bersifat Opini berdasarkan riset kecil – kecilan dan berdasarkan penglihatan mata batin Saya… hehe.. Jika Kamu ingin melihat hasilnya, lakukan pada situs yang Kamu kelola saat ini. Dengan begitu, Kamu bisa menyimpulkannya sendiri.
Bila kamu sering menulis pos yang sangat panjang, menambahkan daftar isi atau Table of Contents akan memudahkan pembaca untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Dan dengan WordPress, kamu dapat dengan mudah membuat ToC tanpa harus membuatnya secara manual. Daftar isi atau Table of Contents adalah daftar yang berisi sub-judul yang ada pada sebuah laman. Penggunaan ToC akan sangat berguna bila kamu memiliki artikel yang cukup panjang dan terbagi dalam beberapa bagian. Dengan menggunakan daftar isi, pembaca akan dapat dengan mudah mencari informasi yang ingin mereka ketahui tanpa harus membaca keseluruhan isi konten. Contoh penggunaan Table of Contents yang paling umum dapat kamu temui di Wikipedia. Pada daftar isi yang mereka miliki, kamu dapat dengan mudah melihat gambaran keseluruhan isi konten yang ada pada laman tersebut. Daftar isi tersebut juga berbentuk link sehingga pembaca akan dapat dengan mudah menuju ke informasi yang mereka butuhkan. Contoh daftar isi table of contents pada situs Wikipedia. Manfaat Pembuatan Tables of Contents pada Pos dan Laman Blog Selain memberi user experience yang baik pada pembaca, penggunaan daftar isi pada sebuah laman juga bisa membantu pengunjung untuk langsung mendapatkan informasi yang mereka inginkan langsung dari hasil pencarian. Bingung? Sekarang lihat contoh berikut. Pada contoh daftar isi dari laman Wikipedia yang berisi informasi mengenai PHP di atas, ada satu bagian di mana mereka membahas sejarah PHP mulai dari fase pengembangan sampai versi terbarunya. Bila saya mencari “PHP history” melalui search engine, maka Google akan menampilkan link menuju ke bagian tersebut langsung dari hasil pencarian yang saya dapat. Sayangnya saya tidak menemukan referensi langsung mengenai hubungan antara penggunaan table of contents dengan SEO meski Google menggunakan fitur ini pada hasil pencarian. Manfaatnya mungkin kembali lagi kepada penunjung agar dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari di antara tumpukan kata yang ada pada sebuah pos yang panjang. Membuat Daftar Isi Pada Pos dan Laman WordPress Dengan Plugin Membuat daftar isi secara manual bisa saja kamu lakukan dengan sedikit pengetahuan mengenai HTML dan CSS. Untungnya, pada WordPress terdapat banyak plugin bagus yang bisa membantu kamu membuat daftar isi pada sebuah pos atau laman. Beberapa plugin yang bisa kamu gunakan antara lain Table of Content Plus CM Table of Contents Simple TOC Easy Table of Contents Fixed TOC Semua plugin di atas dapat kamu gunakan secara cuma-cuma kecuali Fixed TOC yang dapat kamu beli di CodeCanyon. Buat Table of Contents dengan plugin Easy Table of Contents Dari semua plugin yang saya sebutkan di atas, Table of Content Plus adalah plugin terpopuler dengan 200,000 lebih instalasi aktif dan rating rata-rata Namun sayangnya plugin ini sudah tidak diupdate selama lebih dari dua tahun meski ketika saya coba dengan WordPress versi plugin ini masih dapat bekerja dengan sempurna. Bila kamu khawatir dengan masalah tersebut, kamu bisa menggunakan plugin Easy Table of Contents yang dibuat berdasarkan plugin Table of Content Plus. CATATAN Plugin ini akan membuat daftar isi berdasarkan heading H1 H6 yang ada, jadi pastikan pos dan laman kamu sudah memiliki heading tersebut untuk melihat hasil kerja plugin ini. Setelah selesai memasang dan mengaktifkannya, masuk ke menu Settings » Table of Contents. Di situ kamu akan menemukan banyak menu untuk mengatur cara kerja, tampilan, dan tata letak daftar isi yang akan kamu gunakan. Beberapa fitur yang bisa kamu atur melalui menu tersebut antara lain Mengatur di mana saja daftar isi akan dibuat secara otomatis. Kamu bahkan bisa mengatur agar daftar isi muncul hanya pada laman yang memiliki jumlah heading tertentu saja. Mengatur letak daftar isi. Secara default Table of Contents akan diletakkan sebelum heading pertama, namun kamu dapat mengubahnya menjadi setelah heading pertama, di atas konten, maupun di bawah konten. Menampilkan Tables of Content hanya bila user memilih untuk melihatnya. Cara ini mirip seperti fitur spoiler yang sering kamu lihat di daftar isi Wikipedia di mana kamu harus mengklik tautan show untuk memunculkan isi dari table of contents. Mengatur penampilan daftar isi seperti lebar, ukuran font, dan tema. Menentukan tema kamu sendiri dengan mengubah warna pada masing-masing elemen yang ada pada daftar isi. Memilih heading mana saja yang ingin ditampilkan, kamu bahkan bisa menyembunyikan heading yang mengandung kata-kata tertentu. Setelah selesai, klik tombol Save dan lihat hasilnya pada pos dan laman yang ada pada website kamu. Apakah kamu memiliki plugin favoritmu sendiri? Jangan segan untuk berbagi pengalamanmu di kolom komentar di bawah ini.
table of content digunakan untuk