Merekamunafik berpura-pura baik di depan orang lain. Padahal kata-kata mereka jika di belakang orang lain terdengar jahat dan busuk. Orang-orang seperti itu memiliki kebiasaan munafik dan palsu. Mereka sering kali tampak ramah, tidak berbahaya, dan baik di wajah. Berdasarkan astrologi, dilansir dari Pink Villa, Rabu (8/6), sejumlah zodiak Inilahyang disebut neomunafik, yaitu kelompok munafik gaya baru. Pandai bersilat lidah, tetapi bertujuan busuk untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dalam Alquran, Allah berfirman pada beberapa ayat tentang persoalan munafik ini, yakni sebagai berikut. Pertama, Allah menyebut iman orang munafik sebagai kedustaan, yakni dalam QS al Yangkedua: cirri-ciri orang munafik adalah: Apabila berjanji ia suka ingkar. Dan yang ketiga: Apabila dipercaya ia suka hianat. Teman-temanku yang berbahagia,.. Janganlah kita menjadi orang yang munafik, karena Allah tidak akan menolong orang yang munafik. Inilah yang dapat saya sampaikan, kalau ada kata saya yang salah saya mohon maaf yang Ciriorang munafik menurut agama Islam kiranya perlu dipahami agar supaya kita dapat terhindar dari sifat jelek ini. Munafik merupakan salah satu sifat tercela yang sangat tidak terpuji. Untuk Baca Alquran Klik di Sini: Sifat munafik bukanlah sifat yang pantas dimiliki seseorang dengan latar kepercayaan apapun. JanganJadi Orang yang Pandai Bicara Tapi Nol Dalam Praktiknya Ini cuma buat bahan renungan aja sih. Gak usah dimasukin ke hati. Apalagi ke otak. Kalo nonton TV, terus ngikutin seminar ato Lalujawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia." BIS: Mendengar itu seorang hambanya berkata, "Isai penduduk kota DHes7. Perjungan agama Islam terasa berat ketika ada beberapa orang yang sengaja merongrongnya dari dalam. Dalam perjalanan tarikh baginda Nabi, ada orang-orang munafik yang Allah jadikan sebab turunnya beberapa ayat al-Quran, salah satunya adalah kisah Julas bin Suwaid yang tertera dalam surat at-Taubah ayat 74. Julas bin Suwaid adalah sahabat yang tidak ikut serta dalam Perang Tabuk, ia dan satu temannya yang bernama Wadiah bin tsabit berkata, “Andai apa yang disampaikan Nabi kepada kita itu benar adanya, maka kita lebih hina dari seekor keledai.” Ucapan tersebut didengar oleh Sahabat Umar bin Saad, lalu Ia laporkan kepada Nabi Muhammad. Akan tetapi Julas bin Suwaid tidak mengakui bila ia telah berkata demikian. Lalu turunlah ayat, BACA JUGA SEPERTI BIJAKSANA “Mereka orang-orang munafik itu bersumpah dengan nama Allah, bahwa mereka tidak mengatakan sesuatu yang menyakitimu. Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela Allah dan Rasul-Nya, kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka……” QS. at-Taubah 74. Mereka orang-orang munafik pandai bersilat lidah dan membuat sumpah-serapah demi mendapat belas kasihan dari Nabi, akan tetapi Allah maha mengetahui apa yang ada di lubuk hati mereka. Sebab itu, satu hal yang sangat Rasulullah khawatirkan adalah ketika orang-orang munafik, para pembual yang pandai mengolah kata, pandai berbicara dan pandai berdialog dengan manusia. Sebagaimana sabdanya, إنَّ أخوفَ ما أخافُ على أمَّتي كلَّ منافقٍ عليمُ اللسانِ “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti yang menimpa umatku, adalah setiap munafik yang pandai bicara [bersilat lidah].” HR. Ahmad Dalam sabdanya juga beliau berkata, سيكون في أمتي اختلاف وفرقة ، قوم يحسنون القيل ويسيئون الفعل يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ “Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan akhlak yang buruk, Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran.” Sunan Abu Daud 4765 Adapun makna dari Aliimul Lisan adalah mereka mempergunakan kepandaian agama mereka untuk berkata didepan manusia, pintar berdalil tapi tidak mengamalkannya, berkata-kata untuk memuaskan siapa yang membayarnya dan memperindah perkataan sesuai tender dan bayaran. mereka seperti Dzul Khuwaishirah at-Tamim an-Najdi yakni orang-orang menampakkan ke-sholeh-an di hadapan orang banyak dalam bentuk tanda-tanda atau bekas ibadah sunnahnya namun berakhlak buruk seperti, 1. Suka mencela dan mengkafirkan kaum muslim 2. Merasa paling benar dalam beribadah. 3. Berburuk sangka kepada kaum muslim 4. Sangat keras kepada kaum muslim bahkan membunuh kaum muslim namun lemah lembut kepada orang kafir. Sangat hina orang seperti itu, mereka berbusana islam tapi bertujuan untuk menyobek-nyobek busana tersebut. Di dunia mereka bisa leluasa bermain kata, tapi di akhirat mereka mendapat kedudukan lebih hina daripada orang-orang yang dia bela Orang kafir. Wal Iyadzu Billah Post navigation Ditulis oleh Aditya PutraDalam bergaul, kita sering ada pada situasi yang kurang menyenangkan. Berada di tengah-tengah orang yang menonjolkan karakter buruk misalnya. Kita juga nggak selalu tahu kenapa kita bisa ada dalam lingkaran itu. Saat menghadapi situasi yang kurang menyenangkan, kita nggak selamanya bisa pergi begitu saja dari sana. Kadang, kita cuma bisa terjebak tanpa adanya pilihan lain. Mau atau tidak, kita harus bertahan di sana, menghadapi mereka dengan segala keburukan yang kerap mereka tunjukkan. Satu keburukan yang agak sulit dipastikan adalah kemunafikan. Seringkali kita nggak sadar bahwa dia adalah orang yang munafik. Mungkin kita butuh waktu untuk sadar kalau ternyata dia munafik. Celakanya, ketika kita sadar kita nggak selalu punya pilihan untuk menghindar. Orang munafik bisa beda-beda bentuknya, dia bisa menjadi teman, atasan, bahkan orang yang kita hormati sekalipun. Pada awalnya akan sulit untuk mengetahui kemunafikan seseorang. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi mereka. 10 Cara Menghadapi Orang Munafik 1. Memastikan * sumber Ini penting dan harus dilakukan. Seperti yang dikatakan kalau kemunafikan sulit dipastikan. Kita butuh waktu untuk benar-benar bisa menyimpulkan kemunafikan. Nggak apa-apa, karena kita memang harus memastikan dulu. Jangan sampai kita memastikan cuma bermodalkan apa kata orang. Coba nilai dia dari dua sisi yang berbeda. Dari apa yang dia sampai dan dari apa yang dia sembunyikan. Kalau dia sedang menjelek-jelekkan seseorang di belakang, kamu harus melihat orang itu dari depan. Lihat juga bagaimana dia ketika orang itu ada di depannya. 2. Sadar Diri * sumber Waktu kamu sudah cukup yakin kalau dia orang yang munafik, ini waktunya kamu sadar diri. Kamu perlu sadar kalau yang kamu hadapi adalah orang munafik. Jadi, nggak seharusnya kamu kasih dia ruang hati yang terlalu lapang. Biarkan dia berkata tetapi kamu nggak perlu menelan kata-katanya. Dengan begitu, kamu bisa menghadapi dia dengan hati yang ringan. Demi kebaikanmu sendiri, sadar diri akan membuat dirimu lebih kuat. Seolah-olah apapun yang dia lakukan nggak akan memengaruhi diri kamu. 3. Jaga Diri * sumber Sadar saja kadang nggak cukup, kita juga harus bisa menjaga diri. Orang munafik pandai merekayasa. Kadang, dia membuat kata-kata sangat jauh dari realita namun orang-orang akan mempercayainya. Dia seperti menghakimi diri sendiri tetapi melalui orang lain. Jaga dirimu supaya nggak larut dalam kemunafikan yang dia ciptakan. Kalau dia membenci seseuatu atau seseorang, jangan sampai kamu terbawa sehingga ikut membencinya. Ingat, dia menampilkan sesuatu demi menyembunyikan sesuatu, maka jagalah dirimu dari permainan kepalsuan itu. 4. Hindari Berbagi * sumber Berbagi itu baik, termasuk berbagi cerita tentang dirimu sendiri. Namun, ini nggak akan berlaku buat dia. Di hadapan kamu, dia akan terlihat peduli, dia juga akan memuji seolah-olah dia adalah orang paling tepat untuk berbagi. Itu hal yang biasa dilakukan oleh orang munafik. Di belakang kamu, semuanya nggak akan sama. Untuk itu, hindarilah berbagi dengan dia, terutama kalau itu hal-hal penting yang bersifat sangat pribadi atau rahasia. Kamu bisa menemukan orang lain yang lebih baik untuk berbagi. Orang munafik cuma ingin tahu tetapi nggak benar-benar peduli. 5. Menyeleksi Informasi * sumber Ini butuh ketelitian. Orang munafik biasanya pandai membuat orang di sekitarnya tertarik. Dia akan dengan senang hati membagikan hal-hal yang menarik tentang orang lain. Namun, kebanyakan yang disampaikan bukan kenyataan. Itu cuma anggapan yang dia buat seperti kenyataan. Waktu dia berpendapat, bercerita, atau berbagi informasi, kamu harus sigap menyeleksi. Kalau kamu menelan semuanya bulat-bulat, kamu akan tersesat. Kalau bisa, nggak perlu dianggap sama sekali akan baik untuk dirimu sendiri. Anggap saja dia itu tong kosong yang sedang nyaring berbunyi. 6. Jangan Pakai Hati * sumber Di antara adab berbicara yang dituntunkan Rasulullah Saw adalah berbicara seperlunya, tidak berlebihan. Kita diperintahkan untuk berbicara hanya yang baik. Beliau melarang kita banyak bicara dengan pembicaraan yang tidak terkait dengan dzikir kepada Allah. Kemampuan seseorang untuk meninggalkan apa saja yang tidak berguna baginya menjadi salah satu tanda bagusnya keislaman dia [HR Tirmidzi] dan Allah menjadikannya sebagai ciri orang mukmin yang beruntung. Rasulullah Saw mewanti-wanti kita semua untuk menjaga lisan, nikmat besar Allah yang dianugerahkan kepada manusia. Lisanlah alat komunikasi terpenting manusia, melahirkan apa yang ia pikirkan dan yakini. Kemampuan seseorang menjaga lisan untuk mengucapkan hanya yang baik dan benar merupakan prestasi luar biasa yang menjamin keseluruhan anggota tubuh dalam keadaan baik. Dari Uqbah bin Amir ia berkata “Saya bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau bersabda kepadaku “Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah hubungan silaturahim terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimi kamu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau lalu bersabda kepadaku “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, menangislah atas dosa-dosamu dan hendaklah rumahmu memberikan kelapangan untukmu.” HR Ahmad 1. "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." HR. Bukhari 2. "Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya mulut dan di antara kedua pahanya kemaluan niscaya aku menjamin baginya surga." HR. Bukhari 3. "Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga." HR. Abu Dawud 4. "Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir." HR. Bukhari 5. "Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam." HR. Ahmad Penjelasan Bicara saat emosi marah dapat menyesatkan. 6. "Diam tidak bicara adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya." HR. Ibnu Hibban 7. "Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya." HR. Asysyihaab 8. "Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia." HR. Ad-Dailami 9. "Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya." HR. Ath-Thabrani 10. "Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya." HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi 11. "Berhati-hatilah dalam memuji menyanjung-nyanjung, sesungguhnya itu adalah penyembelihan." HR. Bukhari 12. "Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya diucapkan berulang-ulang”. HR. Ahmad 13. "Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung." HR. Muslim 14. "Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.” HR. Muslim 15. "Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk." HR. Bukhari dan Al Hakim 16. "Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat keji terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla." Mutafaq’alaih 17. "Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah." HR. Abu Ya’la Ada sebagian mengaku dirinya Islam, pandai bicara, pidatonya bagus, orasinya membuat berdecak kagum, penapilanya menarik, tetapi permusuhanya pada Islam tinggi, dialah munafik Oleh Dr Ahmad Zain An-Najah DI ANTARA ciri dan tanda orang munafik adalah memiliki penampilan menarik, gayanya yang memuka dan pandai dalam berbicara. Tanda-tanda ini disampaikan Allah Subhanahu Wata’ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 204-207. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙوَهُوَ اَلَدُّ الْخصام “Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau Muhammad, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. QS Al-Baqarah [2] 204 Sebab turunnya ayat 1 Diriwayatkan bahwa ayat ini turun pada Akhnas bin Syuraiq Ats-Tsaqob mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengakui sudah masuk Islam. Setelah pergi ia melewati ladang dan sejumlah keledai milik orang Islam, ia membakar ladang dan membunuh keledai. Maka turunlah ayat ini. 2 Riwayat lain disebutkan oleh Ibnu Abbas bahwasannya ayat ini diturunkan berkenaan dengan beberapa orang dari kalangan orang-orang munafik. Mereka membicarakan dan mencaci maki Khubaib dan para sahabatnya yang terbunuh dalam peristiwa Ar-Raji. Kemudian Allah menurunkan ayat yang mencela orang-orang munafik dan memuji Khubaib dan para sahabatnya dalam Surah Al-Baqarah 207. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ “Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau Muhammad, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.” QS Al-Baqarah 207 Pandai berbicara Pertama, ayat di atas menunjukkan bahwa ada sebagian yang mengaku dirinya orang Islam, dia pandai bicara, pidato dan ceramahnya menarik banyak orang, orasinya membuat banyak orang berdecak kagum, tutur katanya urut, runtut dan teratur, tidak ada orang yang mendengarnya kecuali tertarik dengannya. Tetapi sejatinya, hatinya sangat benci dengan Islam , tidak senang ajaran Islam tegak di muka bumi. Dia sedih jika umat Islam mendapatkan kemenangan, sebaliknya dia senang jika umat Islam terpuruk dan mengalami kemunduran. Allah Subhananhu wa Ta’ala berfirman, وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ “Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari kebenaran?” QS Al-Munafiqun [63] 44 Selain kata-katanya menarik, menurut ayat di atas kadang orang munafik berpenampilan sangat menarik dan menyakinkan juga. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman, فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ “Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.” QS At-Taubah [9] 55. Juga dikuatkan dengan firman-Nya, وَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَاَوْلَادُهُمْۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ “Dan janganlah engkau Muhammad kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.” QS At-Taubah [9] 85. Dua ayat di atas melarang umat Islam agar tidak terpedaya dan kagum dengan harta dan pengikut mereka. Jadi kalau disimpulkan dari empat ayat di atas, didapatkan bahwa sebagian orang munafik mampu membuat orang Islam kagum dan tertarik dalam empat hal; Perkataan orasi dan pidato mereka.QS. Al-Baqarah[2] 204, QS. Al-Munafiqun [63] 4. Penampilan mereka yang sangat menarik dan menyakinkan QS. Al-Munafiqun [63] 4 QS. At-Taubah [9] 55 dan 85 Anak atau Pengikut mereka yang banyak. QS. At-Taubah [9] 55 dan 85 Kedua, orang munafik mempersaksikan apa yang ada di dalam hatinya kepada Allah. Ini mirip denga firman-Nya, يَّسْتَخْفُوْنَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ اللّٰهِ وَهُوَ مَعَهُمْ اِذْ يُبَيِّتُوْنَ مَا لَا يَرْضٰى مِنَ الْقَوْلِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطًا “Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.” QS. An-Nisa [4] 108 Sebagian ulama membaca ayat itu dengan, memfathahkan huruf ya’ dan mendhommahkan lafadz Allah, yang artinya “Dan Allah mempersaksikan apa yang ada di dalam hatinya.” Hal ini mirip dengan firman Allah, اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu Muhammad, mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” QS Al-Munafiqun [63] 1 Penentang yang keras وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَام “Padahal dia adalah penentang yang paling keras.” 1 Ayat ini menunjukkan sifat munafik yang selanjutnya yaitu penentang yang paling keras. 2 Didalam hadist Aisyah Radhiyallahu anha bahwa Rasulullah ﷺbersabda, عن عائشة -رضي الله عنها- قالت قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلى اللهِ الأَلَدُّ الخَصِمُ “Sesungguhnya Allah -Tabāraka wa Ta’ālā- membenci orang yang keras kepala dalam pertikaian dan selalu berselisih tanpa mau tunduk kepada kebenaran.” HR. Al-Bukhari Sebagaimana mengartikan Al-Aludd, Al-Khasim adalah orang yang susah ketika berselisih dan besar permusuhannya. Di dalam firman Allah disebutkan, فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِهٖ قَوْمًا لُّدًّا “Maka sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu Muhammad, agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.” QS. Maryam [19] 97 “Luddan” pada ayat di atas artinya yang menyimpang atau membangkang dan ngeyel. Ini dikuatkan di dalam hadist lain, وإذا خاصم فجر آية المنافق ثلاث إذا حدّث كذب، وإذا وعد أخلف “Tanda munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji ia ingkar dan jika bertengkar ia berbuat jahat.” Membuat Kerusakan وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ “Dan apabila dia berpaling dari engkau, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” QS Al-Baqarah [2] 205 1 Salah satu ciri orang munafik adalah jika berpaling dari Nabi Muhammad ﷺdia berusaha untuk membuat kerusakan di muka bumi di antaranya dengan merusak tanam–tanaman dan memusnahkan tempat berkembang biaknya hewan- hewan. Hal ini ditunjukkan oleh Akhnas bin Syuraiq yang membakar ladang dan membunuh keledai, sebagaimana sudah dijelaskan pada sebab turunnya ayat. 2 Ciri orang munafik yang sering membuat kerusakan ini sudah Allah tunjukkan di awal Surah Al-Baqarah di dalam firman-Nya, وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi! ” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” QS. Al-Baqarah [2] 11 Ini dikuatkan dengan firman Nya, ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” QS. Ar-Rum [30] 41 Tidak menerima nasehat وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ “Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh Jahanam itu tempat tinggal yang terburuk.” QS. Al-Baqarah [2] 206 1 Sifat orang munafik yang kelima, adalah jika dikatakan kepadanya, “Bertaqwalah kepada allah” dan jangan membuat kerusakan di muka bumi. Dia berpaling dan tidak mau menerima nasehat. Dia merasa tinggi dan lebih. Kemudian mudah melakukan dosa lagi. Maka jawaban mereka adalah “ justru kami ini melakukan perbaikan.” QS Al-Baqarah [2] 11. 2 Diceritakan bahwa seorang Yahudi mempunyai keperluan kepada Harun Ar-Rasyid. Dia menunggu di depan pintunya sampai satu tahun tidak di penuhi keperluannya. Suatu ketika Harun Ar-Rasyid keluar dari istana, melihat hal itu orang Yahudi tersebut segera mengejarnya. Sampai bisa berdiri di depannya. Dia berkata kepadanya, “Bertaqwalah Wahai amirul mukminin.” Maka turunlah Harun Ar-Rasyid dari kudanya dan bersujud. Setelah mengangkat kepalanya, beliau langsung memenuhi kebutuhan orang Yahudi tersebut. Ketika sudah pulang ke istananya, ada yang bertanya, “Wahai amirul mukminin mengapa engkau turun dari kuda, hanya karena permintaan seorang Yahudi?” Harun ar-Rasyid menjawab, “ bukan itu, tetapi saya turun karena teringat dengan firman Allah.” وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ “Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh Jahanam itu tempat tinggal yang terburuk.” QS. Al-Baqarah [2] 206 Berjualan dengan Allah وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَاد “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” QS. Al-Baqarah [2] 207 1 Diriwayatkan ketika Suhaib Ar-Rumi berangkat hijrah ke Madinah, ia dikejar boleh beberapa orang Quraisy, maka ia turun dari kendaraannya lalu memasang anak panah, ia berseru, “Wahai orang-orang Quraisy, kalian tahu bahwa bidikanku sangat jitu. Demi Allah kalian tidak akan mampu menangkapku sebelum kubidikkan semua anak panah yang ku bawa kemudian aku melawan dengan pedang hingga aku habiskan senjata, setelah itu lakukanlah apa yang kalian mau terhadapku. Tapi kalau kalian sudi melepaskan aku, akan kutunjukkan kepada kalian tempat harta bendaku di Makkah.” Mereka berkata, “baiklah.” Setibanya Suhaib di Madinah, Nabi bersabda kepadanya, “transaksimu itu sungguh menguntungkan, wahai Abu Yahya,” maka turunlah ayat ini. 2 Ayat di atas menunjukkan kebalikan dari tiga ayat sebelumnya yang berisi tentang , lima sifat orang munafik, dimana visi dan misinya hanya membuat kerusakan di muka bumi ini untuk kepentingan pribadi, untuk kekayaan dirinya, serta untuk kedudukan yang sedang di kejarnya. Dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat orang beriman yang menjual dirinya dan menginfakkan hartanya di dunia ini untuk meraih ridha dan surga Allah. Ini salah satu metode Al-Qur’an sering membuat perbandingan antara dua kelompok manusia, yang kafir dan yang beriman kepada Allah. Dan nasib keduanya di dunia dan di akhirat. 3 Ayat Al-Quran yang sesuai dengan ayat ini adalah firman Allah, اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” QS. At-Taubah [9] 111 Ayat di atas yaitu dalam Surah Al-Baqarah 207 dan dalam At-Taubah 111. Menjelaskan bahwa Allah telah membeli orang-orang yang beriman, harta dan jiwa mereka dengan bayaran surga. Padahal harta dan jiwa orang beriman juga milik Allah, tetapi Allah membelinya dari orang beriman. Hal itu untuk menunjukkan penghormatan dan permuliaan Allah kepada orang-orang beriman yang berjihad di jalan-Nya dengan mengorbankan harta dan jiwanya. 4 Ayat di atas menunjukkan kebolehan seorang muslim yang menebus dirinya dengan hartanya ketika di halang- halangi untuk melaksanakan kewajiban dan ajaran agamanya. Karena Shuhaib ArRumi menebus dirinya dengan semua hartanya agar tidak di halangi untuk pergi berhijrah ke Madinah menyusul Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.* Sumber HIDCOM Sifat munafik sangat dibenci Allah memang sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah yang lengkap dan sempurna dalam hal fisik juga pikiran. Akan tetap dengan akal dan pikirannya, manusia terkadang melakukan sesuatu hal yang justru dibenci oleh Allah yakni munafik. Ada banyak hadis tentang orang munafik yang membahas tentang ciri-ciri orang munafik, yang disebut dosa besar dan sangat dibenci Allah SWT.. Munafik secara terminologinya dalam agama Islam adalah hanya melakukan pura-pura akan tetapi tidak mengakui di dalam hatinya. Sehingga munafik adalah ketidakselarasan antara ucapan dan di dalam hatinya, lahir dan batin tidak Orang MunafikSeperti telah disebutkan di atas, sifat munafik sangat dibenci oleh Allah karena tidak dapat diketahui kebenaran dari ucapannya. Bahkan sebuah hadis juga menyebut bahwa orang munafik selayaknya ditempatkan di neraka paling bawah. Supaya kita terhindari dari dosa besar, kenali yuk ciri-ciri orang munafik berikut Suka berkhianatSalah satu ciri dari orang munafik adalah suka berkhianat yang tidak mempunyai komitmen untuk melakukan sesuatu hal. Seperti halnya dengan orang yang telah diberikan amanah maka ia berkhianat. “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanah mengkhianati.” HR. Bukhari dan Muslim 2. Mempercepat dalam melakukan salat3. Sering berkata dusta4. Penuh tipu daya5. Bermuka dua6. Sering ingkar pada janjinya7. Memiliki sifat RiyaHadis Tentang Orang Munafik1. HR. Muslim No. 582. HR. Bukhari No. 6094 dan Muslim No. 2607

orang munafik yang pandai bicara